Lampu dari Serat Pohon Pisang
Dengan demikian tidak ada yang percaya jika lampu berwarna-warni dengan model menarik yang dibuat dari serat pisang. Tapi itu. bekerja Piasco, berjudul insinyur muda putus sekolah adalah sebuah universitas Jerman,
lampu tidak biasa. Namun lampu dari kertas. Uniknya, Dia membuat kertas sendiri dari serat pisang abaka yang diimpor dari Jawa Timur. "Sebenarnya, jika kita mau dan kreatif, Apa yang dapat mendatangkan uang," kacamata minus geser ini orang yang bisa menjadikannya sebagai bisnis sejak empat tahun lalu.
Dari upaya ini telah Piasco mampu mempekerjakan 12 orang karyawan dengan gaji bulanan. Dan hasil produksi telah mampu ekspor ke Amerika Serikat, Jepang dan beberapa negara Eropa. "Lampu ini sebenarnya bukan hanya untuk pasar di luar (ekspor), tetapi juga cocok untuk pasar dalam negeri Namun entah bagaimana pembeli terbesar. Sejauh ini masih dari luar. Terutama dari Jepang," teknik mesin ini aku lulus.
Piasco tersangka ini karena karyanya masih dianggap terlalu mahal untuk ukuran pasar lokal. "Dan aku membedakan harga dan rasa cukup terjangkau untuk pasar lokal." Sementara Jepang, Piasco kata, suka karyanya karena desain cahaya lampu hias yang sama thatcommonly digunakan atau digunakan oleh orang di sana. Hanya kertas Piasco digunakan harga lebih tebal dan lebih murah.
Dekorasi lampu membuat desain Piasco cukup unik. Berbeda dengan lampu hias yang sudah umum di sana. Tidak heran pemirsa akan berdecak kagum. Misalnya ada lampu menyerupai tas tangan lengkap dengan pegangan. Ada juga yang mirip dengan sepotong buah semangka. Jenisnyapun bervariasi. Ada cahaya ruangan (tidur), lampu lobi dan cahaya pasta. Semua lampu itu harus menggunakan serat kertas abaka bahan pisang.












