Jagalan - Desa kerajinan Perak tua
Saya f Anda mengunjungi Jagalan, Bantul, Indonesia, Anda akan menemukan dua hal yang cukup menarik, pertama akan menemukan banyak toko-toko menjual perak, kedua melihat bangunan kuno. Sejak pertama Jagalan kota dan istana kerajaan Mataram Islam. Bantul pemerintah tampaknya menyadari potensi daerah dan membuat Jagalan sebagai pusat kerajinan perak dan pariwisata pedesaan.
Jagalan adalah sebuah daerah yang terletak di Kecamatan Banguntapan Bantul. Mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah perak. Keindahan kerajinan perak yang cukup terkenal baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini terbukti dari banyaknya order pesanan yang berasal dari dalam negeri seperti Bali, Jakarta dan Yogyakarta. Sedangkan dari luar negeri, antara lain, Amerika, Italia, Singapura, Thailand dan Jepang. "Kami perintah tidak pernah sepi dari dalam maupun luar negeri", kata seorang Samsudin sukses di dunia perak pengrajin.

Daerah ini ada sekitar 40 perajin perak rata-rata setiap pekerja bisa menghabiskan lima kg emas perak setiap bulan. Kebanyakan perajin perak di Jagalan pernah ada pendidikan formal tentang perak. Menurut Hartowiyono Mulyati yang juga seorang pengrajin perak, mereka mendapatkan keahlian ini warisan dan pengalaman dari membaca buku-buku tentang perak.
Produk yang dihasilkan mencakup berbagai cincin, gelang, kalung, anting-anting, anting-anting, bros, hiasan dinding, miniatur - seperti emas miniatur kereta api, becak, kereta, perahu, dan hewan lainnya. Harga Produk sangat bervariasi, mulai dari USD 2,30 untuk sebuah cincin hingga USD 200,00 juta untuk sebuah hiasan dinding yang besar.
Itu tidak lengkap bila Anda mengunjungi Jagalan tanpa mencicipi makanan tradisional daerah yang dikenal sebagai Kipo. Selain itu, Anda harus mencoba untuk berkeliling di sekitar Jagalan, Anda akan melihat bangunan dan rumah-rumah tradisional yang masih asli salah satu masjid tua, makam kuno, candi mantup dan gua siluman.











