Clam Shell Bandung Kerajinan
Memulai usaha sejak 1996 dimulai dengan menjual kerajinan produk yang dibuat oleh orang lain. Sejak tahun 1999 mulai terjun industri untuk memasok berbagai kerajinan ke sejumlah galeri di Bali. Galeri ini membutuhkan kerajinan unik yang Slamet meminta untuk memasok barang berbeda dengan kerajinan yang ada di galeri.
Slamet Rosyidi awalnya hanya memproduksi berbagai barang kerajinan yang terbuat dari tempurung kelapa, tapi kemudian berkembang menjadi kerang, kayu manis dan item lain yang bisa ditempelkan dengan bahan resin (fiber glass). Order itu kerajinan tempurung dikombinasikan dengan resin / fiber glass terus meningkat dengan cepat. production in the home production Slamet's Central Rosyidi crafts. Bahkan, pesanan pembuatan kerajinan dari shell sekarang mendominasi kegiatan produksi kerajinan dalam produksi rumah Slamet Rosyidi Pusat Kerajinan.
Pengembangan industri kerajinan awalnya hanya untuk produk berbasis kelapa tempurung lain disertai dengan meningkatnya volume pesanan dari pembeli telah Slamet dipaksa untuk meningkatkan jumlah karyawan dari hanya didukung asli 2 orang sekarang menjadi karyawan 30.
Shell kerajinan dan barang kerajinan lainnya berbasis serat gelas Slamet dibuat Rosyidi sekarang dapat dengan mudah ditemukan di berbagai galeri dan toko kerajinan / seni di beberapa kota besar di tanah air seperti di Bali dan Jakarta. Sejumlah Pusat Perbelanjaan di negara ini sebagai Matahari, Sogo, Pasar Raya, Centro, Batik Keris dan outlet Duty Free adalah bagian dari jaringan penjualan untuk produk-produk kerajinan Slamet dibuat. Selain pasar produksi dalam negeri, Slamet juga berusaha untuk mencari pembeli dari luar negeri. Upaya Slamet Hal itu membuahkan hasil dengan melakukan ekspor ke Spanyol mengikuti perintah yang disampaikan oleh seorang pembeli matador negara. Sayangnya, manufaktur pesanan kerajinan dari tempurung dan tempurung kelapa tidak dilanjutkan karena peristiwa Bom Bali yang telah menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan asing.
Menurut Slamet, berbagai hotel dan restoran Bali kini telah banyak menggunakan keahlian Slamet di hotel ruangan dekorasi dan restoran untuk mengambil patch keuntungan dari tempurung dan tempurung kelapa.
Bahan baku mudah didapat dan banyak tersedia di negara ini. Shell sebagian besar diambil dari Sumbawa, sementara tempurung kelapa Sebagian besar diambil dari sekitar Bali sendiri. Sedangkan bentuk kimia resin dan katalis mudah diperoleh di toko bahan kimia.
Slamet telah berhasil mengembangkan ratusan model produk kerajinan patch kerang dan tempurung kelapa. Produk desain umumnya adalah tiruan dari produk sejenis di pasar yang kemudian dimodifikasi oleh Slamet desain baru. Kadang-kadang ada juga pembeli yang mengambil gambar desain sendiri dan pesanan yang dibuat oleh Slamet. produk Kerajinan, dan harga kerang stiker kelapa Slamet produksi dijual sangat bervariasi, tergantung dengan ukuran dan kompleksitas pembuatan. Untuk produk contoh coaster yang dijual dengan harga Rp 5.000 per unit, sedangkan piring nasi dengan diameter 35 cm, terbuat dari tempurung resin dijual dengan harga Rp 900.000 (USD $ 90).












